Tuhan…

1 03 2012

Tolonglah hamba-Mu ini yang tak berdaya melawan dan menghadapi cobaan yang Engkau berikan kepadaku. Hamba-Mu ini tak kuasa menjalani takdirku yang seperti ini.

Kenapa Engkau berikan cobaan yang besar seperti ini kepada hamba-Mu yang tulus menyembah-Mu dan memuji-Mu, tiada Tuhan yang hamba sembah dan puji selain Allah SWT.

Ya Allah, hamba-Mu mohon jangan Engkau berikan cobaan seperti ini yang tak kuasa ku menghadapinya. Berilah petunjuk-Mu dan jalan yang terbaik untuk hamba-Mu yang tak berdaya ini.

Bukakanlah pintu maaf dan taubat kepada hamba-Mu ini serta berilah hamba satu kesempatan untuk merubah kebiasaan burukku yang mungkin tidak baik oleh ajaran agama Islam.

Biar bagaimanapun hamba-Mu ini hanyalah manusia biasa yang tak luput dari dosa-dosa yang telah hamba lakukan selama hidupku ini.

Ya Allah, hamba-Mu ini benar-benar ingin bertaubat dan merubah semua kebiasaan burukku serta bantulah hamba-Mu ini untuk memperkuat iman dan taqwa dari segala cobaan dan godaan yang menghadang dalam menjalani  hidupku.

Jikalau Engkau mau mengabulkan permintaan hamba-Mu ini dan membantu hamba untuk berubah menjadi yang lebih baik dari sebelumnya, hamba berjanji tidak akan menyiakan kesempatan yang telah Engkau berikan ini dan hamba tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi.

Tuhan,,,

Kumohon pada-Mu janganlah Engkau biarkan hamba-Mu ini terjerumus dalam dunia yang penuh dosa dan serba kelam. Tolonglah hamba-Mu ini untuk memperbaiki semua yang telah ternoda dalam diri hamba-Mu ini. Kumohon jangan Engkau biarkan hamba-Mu ini berlarut-larut dalam kesedihan dan kesengsaraan seperti ini terus.

Ya Allah, hanya kepada-Mu hamba menyembah dan hanya kepada-Mu pula hamba memohon pertolongan dan keridha’an-Mu untuk menolong hambamu yang tiada berdaya ini dan berikanlah jalan yang terbaik demi hamba-Mu ini.

Amiiin…





Cerita Renungan Keluarga

30 12 2011

Cerita ini merupakan renungan buat orang2 yang super sibuk dan bahkan tidak pernah / jarang bergaul kumpul dg keluarganya.

Dikutip dari internet dan semoga bermanfaat bagi kita semua.

Seorang pria pulang kantor terlambat, dalam keadaan lelah dan penat, saat menemukan anak lelakinya yang berumur 5 tahun menyambutnya di depan pintu.

“Ayah, boleh aku tanyakan satu hal?”
“Tentu, ada apa?”
“Ayah, berapa rupiah ayah peroleh tiap jamnya?”
“Itu bukan urusanmu. Mengapa kau tanyakan soal itu?” kata si lelaki dengan marah.
“Saya cuma mau tahu. Tolong beritahu saya, berapa rupiah ayah peroleh dalam satu jam?” si kecil memohon.
“Baiklah, kalau kau tetap ingin mengetahuinya. Ayah mendapatkan Rp 20 ribu tiap jamnya.”

“Oh,” sahut si kecil, dengan kepala menunduk. Tak lama kemudian ia mendongakkan kepala, dan berkata pada ayahnya, “Yah, boleh aku pinjam uang Rp 10 ribu?”

Si ayah tambah marah, “Kalau kamu tanya-tanya soal itu hanya supaya dapat meminjam uang dari ayah agar dapat jajan sembarangan atau membeli mainan, pergi sana ke kamarmu, dan tidur. Sungguh keterlaluan. Ayah bekerja begitu keras berjam-jam setiap hari, ayah tak punya waktu untuk perengek begitu.”

Si kecil pergi ke kamarnya dengan sedih dan menutup pintu. Si ayah duduk dan merasa makin jengkel pada pertanyaan anak lelakinya.

Betapa kurang ajarnya ia menanyakan hal itu hanya untuk mendapatkan uang? Sekitar sejam kemudian, ketika lelaki itu mulai tenang, ia berpikir barangkali ia terlalu keras pada si anak. Barangkali ada keperluan yang penting hingga anaknya memerlukan uang Rp 10 ribu darinya, toh ia tak sering-sering meminta uang. Lelaki itu pun beranjak ke pintu kamar si kecil dan membukanya.

“Kau tertidur, Nak?” ia bertanya.
“Tidak, Yah, aku terjaga,” jawab si anak.
“Setelah ayah pikir-pikir, barangkali tadi ayah terlalu keras padamu,” kata si ayah. “Hari ini ayah begitu repot dan sibuk, dan ayah melampiaskannya padamu. Ini uang Rp 10 ribu yang kau perlukan.”

Si bocah laki-laki itu duduk dengan sumringah, tersenyum, dan berseru, “Oh, ayah, terima kasih.”

Lalu, sambil menguak bantal tempatnya biasa tidur, si kecil mengambil beberapa lembar uang yang tampak kumal dan lecek.

Melihat anaknya ternyata telah memiliki uang, si ayah kembali naik pitam. Si kecil tampak menghitung-hitung uangnya.

“Kalau kamu sudah punya uang sendiri, kenapa minta lagi?” gerutu ayahnya.
“Karena uangku belum cukup, tapi sekarang sudah.” jawab si kecil.
“Ayah, sekarang aku punya Rp 20 ribu. Boleh aku membeli waktu ayah barang satu jam? Pulanglah satu jam lebih awal besok, aku ingin makan malam bersamamu.”

 

Gimana, terharu kan baca cerita renungan tersebut??

Mumpung masih diberi kesehatan, kumpul dan bergaulah dg keluarga tercinta serta luangkan waktu sejenak untuk bisa memberikan kasih sayang dan perhatian kepada keluarga tercinta.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.