Kisah Cintaku di masa Kuliah di Yogyakarta
Setelah aku lulus sekolah SMA kemudian aku melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu kuliah di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Awalnya waktu pendaftaran kuliah aku daftar di UPN dengan pilihan pertama jurusan Teknik Pertambangan dan pilihan kedua Teknik Perminyakan, namun aku tidak cuma daftar satu universitas saja. Aku juga daftar di Universitas Islam Indonesia (UII) ambil jurusan Teknik Informatika. Setelah hasil pengumuman ternyata aku diterima di UPN jurusan Teknik Perminyakan dan UII Teknik Informatika. Aku jadi bingung waktu itu mau pilih jurusan yang mana??
Dan setelah dipertimbangkan baik2 dan direnungkan akhirnya aku memilih jurusan Teknik Informatika, mungkin karena sejak kecil aku sudah sering utak-atik teknologi seperti HP, Komputer dan sejenisnya.
Kembali sebentar ke masa kelas 3 SMA Negeri 2 Pemalang, dulu waktu aku masih duduk dikelas 2 SMA pacaran dengan seorang gadis yang bernama Tri Kustiasih atau biasa dipanggil Lala. Aku dan Lala jadian sejak tanggal 14 Feb 2004 tepat hari Vallentine yang katanya hari kasih sayang. Singkat cerita aku pacaran dengan dia sampai kelas 3 SMA dan sampai kami berdua lulus SMA. Sejak saat itulah kami jadi mulai jarang komunikasi lagi karena kami sudah tidak berangkat sekolah bareng lagi dan kalopun mau ketemu cuma seminggu sekali atau dua kali. Ya itu karena sudah lulus sekolah jadi tidak bisa tiap hari ketemu berangkat sekolah bareng.
Dan akhirnya aku memutuskan untuk lanjut kuliah di Jogjakarta dan pastinya hubungan kami jadi pacaran jarak jauh antara kota Pemalang dengan Jogjakarta. Awal perjalanan kuliah semester pertama aku masih asing hidup sendiri di Jogja, dan aku masih kepikiran cewekku yang dirumah apakah baek2 aja. Awal kuliah aku masih sering bolak-balik pulang ke Pemalang, ya minimal 2 minggu sekali atau satu bulan sekali.
Sejak menjalani hubungan jarak jauh itulah kami jadi kurang bertemu dan komunikasi hanya sebatas lewat SMS dan Telpon aja. Maklum jaman dulu belum ada telpon 3G yg sperti sekarang ini. Hampir tiap malam minggu aku selalu gundah gelisah memikirkan pacarku dirumah apakah tetep setia sama aku atau dia maen2 dibelakangku.
Tiap Malam minggu aku pasti telpon dia ngobrol dari jam 19.30 sampai jam 20.30 dan itupun kulakukan karena aku tidak bisa apel dan hanya cuma sebatas telpon doank. Hal itupun bagiku sudah lebih dari cukup. Setidaknya aku masih bisa tenang dengan bayangan negative thinking diriku terhadapnya.
Namun setelah aku masuk ke Semester 2 akhirnya hubungan kami berdua jadi retak dan tidak bisa diselamatkan lagi. Akhirnya suatu hari aku pulang ke Pemalang dan maen kerumahnya dan yang menemuiku ternyata ibunya, namun ternyata dia pergi sama temennya entah dengan siapa aku tak tahu. Hatiku jadi gundah dan gelisah serta perasaanku jadi gak enak banget seolah merasakan kalo cewekku itu jalan dengan cowok laen.
Akhirnya dengan hati yang agak kecewa akupun pergi dari rumahnya dan aku pergi ke tempat temenku si Bim-bim untuk menemaniku jalan2 refreshing ke alun2 Pemalang dan Pantai Widuri. Karena pada saat itu perasaanku jadi gelisah banget entah kenapa akupun tak tahu. Namun ketika aku lagi nongkrong di Alun2 Kota Pemalang, tanpa sengaja aku melihat sepintas cewekku lewat didepanku dan dia boncengan dengan cowok laen. Secara spontan aku langsung cabut dan kejar dia hingga memutari alun2 dan akhirnya hingga sampai ke Pantai Widuri. Setelah aku yakin bahwa dia itu emank cewekku si Lala, akhirnya akupun mengikutinya dari belakang dan dia pun tak tahu kalo aku mengikutinya. Namun kesabaranku akhirnya sudah habis dan segera menyamperin dia lalu sambil jalan naek motor, akupun langsung jalan berjajar dengan motor yang diboncengi cewekku itu. Sambil kulirik ke Lala dan dia juga melihatku lalu aku geber motorku di depan dia dengan ekspresi emosiku yang bener2 meledak. Lalu kuteriakan SHIT!! Dan akupun langsung cabut tinggalin dia dengan cowok laen itu.
Emosiku bener2 meledak besar dan tidak menyangka kenapa cewekku itu bisa setega itu jalan sama cowok laen dan maen macem2 dibelakangku. Padahal sudah jelas2 itu malam minggu dan aku juga udah kasih kabar bahwa aku akan pulang dan ingin jalan2 dengan dia. Tapi ternyata dia emank sudah mulai berpaling dariku.
Entah mungkin karena dia gak sanggup pacaran jarak jauh denganku atau emank dia sudah bosan denganku hingga akhirnya dia begitu tega terhadapku. Padahal aku sangat tulus mencintainya dan sudah mencoba untuk tetap setia pacaran dengannya meskipun jarak jauh.
Besoknya aku tak menemui dia hingga beberapa hari kemudian aku sudikan diri untuk maen kerumahnya lagi, meskipun sebenarnya aku masih agak kecewa dengannya. Namun karena rasa Cinta tulusku hingga membuatku ingin baekan lagi dengan dia. Tapi saat aku maen kerumahnya dia malah menghindar dariku. Dia malah pergi maen ketempat temennya yang tak jauh dari rumah dia. Akupun menghampiri dia di rumah temennya itu. Namun malam itu kami berdua malah bertengkar hebat dan dia tidak mau ku jemput untuk pulang kerumahnya. Padahal aku ingin membicarakan hal penting berdua dengannya. Jadi aku berniat untuk menjemput dia pulang dirumahnya agar aku bisa ngomong serius dengan dia tanpa ada gangguan dari temannya.
Namun saat ditengah jalan dia minta turun dan tak mau bonceng denganku. Disitulah kami bertengkar hebat ditengah jalan, aku udah berusaha ngomong baek2 untuk memperbaiki hubunganku dengannya. Tapi dia emang udah bener2 gak mau melanjutkan hubungan denganku. Aku Tanya baik2 kenapa kamu jadi menghindar dariku?? Secara keras dan lantang dia jawab kepadaku bahwa dia udah bosan dan capek menjalin hubungan denganku.
Saat itulah aku spontan jadi emosi lagi dan kutanyakan lagi kepadanya “Apakah kamu sudah punya cowok laen selain aku??” Lalu dia Cuma diam aja tanpa menjawab pertanyaanku itu. Akupun bilang lagi kepadanya, kalau kamu diam berarti emank benar km udah punya cowok laen penggantiku. Dan akhirnya dia mengakuinya bahwa dia udah mulai berpaling dariku.
Saat itu aku tak kuasa menahan air mataku, tak kusangka dia begitu teganya denganku hingga menduakan aku dan berpaling dariku demi cowok laen. Padahal kami berdua pacaran sudah cukup lama yakni 2 tahun lebih. Dan akhirnya aku PUTUS dengan dia sebagai pacar, hari2 kulalui dengan penuh kesedihan dan kepedihan perasaanku. Tepat bulan april 2006 kami berdua putus hubungan dan benar2 gak ada kontak komunikasi lagi.
Hari-hari kulalui tanpa cinta lagi dan gak punya cewek. Sejak saat itulah aku jadi trauma dan gak mau mengenal cewek lagi dan gak mau bercinta lagi karena semuanya itu cuma palsu dan bikin sakit hati doank!
Akhirnya aku masuk ke Semester tiga dan aku mulai gak bersemangat lagi untuk kuliah, hingga nilai kuliahku jadi anjlok dan parah. Sebenernya aku kasihan dengan orang tuaku yang telah membiayai kuliahku mahal dan aku telah melakukan kesalahan karena tidak serius menjalani kuliah. Dan akhirnya aku mulai mengenal seorang gadis lagi lewat telepon. Awalnya si cewek mau telpon nyasar ke kost ku yang kebetulan tiap malam minggu aku cuma nyanun dikost doank, maklum aku kan jomblo jadi tiap malam minggu cuma bisa nyanun doank dikost sambil nonton TV. Hingga akhirnya kami pun jadi sering ngobrol via telepon dan berlanjut ke SMSan. Seiring berjalannya waktu akhirnya aku mengajak ketemuan dengannya. Lalu pada semester 3 aku mengajak ketemuan dengannya. Gadis itu bernama Indri Yuliana anak Jogja. Saat itu aku begitu kaget ternyata dia masih kecil dan imut2 banget anaknya. Aku gak nyangka tadinya cuma kuanggap sebagai adekku aja karena aku tidak punya adek dan pengen punya adek cewek. Namun seiring berjalannya waktu aku ketemuan dan jalan2 lagi dengan dia. Ya meskipun dulu Cuma 1 bulan sekali kami berdua bisa bertemu. Setelah kami mulai akrab dan sering komunikasi akhirnya akupun jadi jatuh cinta dengannya. Entah mungkin karena dia anaknya lucu dan imut2 abis, dan laen dari cewek2 yang laennya yang pernah jadi cewekku.
Awalnya sih aku tidak begitu serius dengan dia, hingga akhirnya akupun memberanikan diri untuk menembak dia untuk jadi pacarku yang baru. Hari2 kulalui dengan penuh suka riang dan kami berdua bahagia banget deh! Kami sering jalan2 ke MALL, ke Pantai Paris Jogja, Kaliurang, Ketep, Kyai Langgeng, dll. Tidak terasa kami pun akhirnya pacaran sudah cukup lama hingga 2 tahun. Namun yang namanya hubungan pacaran tidak selamanya berjalan mulus, pasti kadang berantem, kadang ngambek, kadang baekan dan begitulah seterusnya.
Namun suatu ketika hubungan kami berdua mulai renggang dan mulai jarang bertemu karena kesibukan masing2 dan ego yang masih tinggi. Maklum anak muda jadi emosionalnya masih kurang stabil. Disaat kerenggangan hubungan kami itulah akhirnya aku mulai jenuh dengannya dan hingga aku deket lagi dengan temen SMA ku yang satu kelas dulu. Dia bernama Erni Dwijayanti, aku dengan dia dulu emank sahabat sejati berempat. Yakni Aku, Hengki, Fitri, Erni. Dulu waktu SMA kelas 3 kami selalu bersama2 dan saling menghibur satu sama lain.
Namun suatu ketika aku sempet jatuh cinta dengan sahabatku itu, hingga akhirnya aku menjalin hubungan tanpa status dengan dia. Ya karena dia tahu bahwa aku sudah punya pacar yaitu Indri, namun yang namanya cinta jika sudah datang maka kita tidak bisa untuk menghindarinya. Dan kami berdua akhirnya menjalin hubungan tanpa status tapi mesra dan sering jalan berdua. Bahkan kami sempat kissing juga layaknya orang pacaran. Ciuman bibirku dengannya merupakan ciuman pertama bagi dia.
Namun suatu ketika cewekku Indri tahu bahwa aku maen belakang dengan Erni, dan akhirnya Indri melabrak Erni lewat telpon karena Indri di Jogja dan Erni di Jakarta. Yah, aku deket dengan Erni ketika kami berdua sama2 lagi pulang di Pemalang. Sejak saat itulah Indri dan Erni perang besar dan akupun juga merasa tidak enak dengan sahabatku itu.
Hingga akhirnya aku memutuskan untuk minta maaf dengan mereka berdua dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Dengan sangat terpaksa akupun telah menyakiti perasaan Erni. Dan akupun memilih untuk tetap pacaran dengan Indri. Kalo boleh aku berkata dari lubuk hatiku yang paling dalam, “Erni,maafin aku yah?? Aku gak bermaksud untuk menyakiti perasaan kamu. Aku sayang banget sama kamu dan akupun tak tahu bakal jadi begini.”
Dan akhirnya aku jalani kisah Cintaku dengan Indri lagi hingga berjalan 2 tahun lebih, namun hubungan kami berdua terasa hambar dan seolah sudah tidak ada rasa Cinta lagi bagiku terhadapnya. Hal itu karena sikap keras kepala cewekku itu dan rasa cemburuan si Indri yang sangat besar hingga membuatku jadi ilfil dan males jalani hubungan dengannya.
Bayangkan saja,aku tidak boleh berhubungan dengan cewek laen dan tiap ada telpon atau SMS dari temenku yang cewek pasti dilabrak oleh dia dan ujung2nya salah paham terus dan aku jadi malu sama temenku itu. Hingga suatu ketika Indri melabrak temenku yang cewek hingga bojonya gak terima dan menyuruhku untuk menemui dia dan cewekku dengan ceweknya.
Itu karena ulah cewekku yang terlalu cemburuan dan akhirnya Indri hampir di Jebloskan ke Penjara gara2 bojonya temenku itu gak terima istrinya dikatain kasar dan kotor oleh Indri. Dan akhirnya akupun membela cewekku agar masalahnya bisa diselesaikan dengan baik2 dan jangan sampe berurusan dengan polisi. Hingga akhirnya si Indri menangis karena kesalahan yang telah dia lakukan itu. Dan akhirnya dia disuruh mengisi surat perjanjian hitam diatas putih agar tidak mengulangi perbuatan konyol yang gak penting itu.
Sejak saat itulah aku jadi mulai muak dengan sikapnya cewekku itu. Ya walaupun memang ku akui kalo aku sangat tulus mencintai dia dan sayang banget dengannya. Namun karena sikap dan sifatnya yang keras kepala dan over protektif membuat kebebasanku jadi terhalang dan dikekang olehnya. Hingga akhirnya akupun jadi gak begitu cinta lagi dengannya.
Suatu ketika saat aku semester 5 akupun mengenal seorang gadis lagi di Pemalang, dia bernama Nur Ahyomy Ayu. Yah,dia gadis yang lugu dan manis hingga membuatku terpikat dan tertarik dengannya. Meskipun aku tahu bahwa statusku masih pacaran dengan Indri, namun rasa Cintaku kini mulai tumbuh bersama Ayu. Hingga akhirnya aku jadian dengan Ayu dan statusku punya pacar 2 yaitu Indri di Jogja dan Ayu di Pemalang. Awalnya aku jalin hubungan dua Cinta itu tanpa sepengetahuan mereka berdua. Dan hubungan kami bertiga pun lancar2 saja, karena si Indri tidak tahu Ayu dan sebaliknya.
Saat aku liburan pulang di Pemalang akupun sering jalan2 dengan Ayu dan hari2 kulalui indah bersamanya. Karena aku merasa nyaman menjalani Cintaku dengan Ayu daripada dengan Indri. Hingga suatu ketika akhirnya aku ketahuan bahwa aku memiliki 2 cewek sekaligus. Dan akhirnya ketika aku berada di Jogja sedang berjalan makan bareng dengan Indri, tiba2 Ayu SMS ke HP ku dengan kata2 mesra pake sayang2an. Dan kebetulan saat itu HPku sedang dipegang Indri, hingga akhirnya Indri tau itu SMS dari Ayu. Dan Indri pun melabrak Ayu hingga akhirnya kami berdua perang besar dan tiap hari selalu ditanyain mulu tentang hubunganku dengan Ayu.
Akhirnya akupun menjelaskan dengan jujur kepada Indri bahwa aku telah jadian dengan Ayu, dan spontan Indri semakin emosi dan marah2 besar terhadapku. Ya, memang ku akui kalo aku yang salah dan itu kulakukan karena aku gak tahan dengan sikap Indri terhadapku yang selalu mengekangku dan seolah kebebasanku terenggut oleh Indri, hingga akhirnya aku selingkuh dengan Ayu.
Suatu ketika aku disuruh telpon Ayu didepan Indri dan di LoadSpeaker untuk memutuskan Ayu didepan Indri lewat telpon, karena gak mungkin banget kalo Indri dengan Ayu bisa ketemuan langsung. Jadi hanya lewat telpon doank. Sebenernya aku gak tega untuk mutusin Ayu lewat telpon. Namun aku tak kuasa melawan sikap Indri yang begitu keras kepala dan egois.
Dengan sangat terpaksa akhirnya aku putusin Ayu meskipun sebenernya aku berat untuk melakukan hal tersebut, tapi mau gimana lagi?? Karena aku gak mau menjalin hubungan jarak jauh yang ujung2nya aku sendiri yang dirugikan dan dikecewain seperti waktu pacaran dengan Lala. Maka dari itulah aku memutuskan untuk melanjutkan hubungan dengan Indri dan putus hubungan dengan Ayu.
Namun aku merasa bersalah banget sama Ayu, hingga akhirnya aku pulang Pemalang dan menemui Ayu untuk membicarakan hal tersebut secara tatap muka bertemu langsung dengan Ayu. Lalu kuajak Ayu ke Pantai Widuri malam minggu berdua. Yah,meskipun awalnya Ayu gak mau ketemu denganku tapi aku coba untuk mengajaknya baik2 hingga akhirnya dia mau ku ajak keluar untuk membicarakan hal tersebut.
Awalnya kami berdua nongkrong di Pantai Widuri malam minggu dan banyak anak muda laennya yang pada nongkrong disana. Hingga akhirnya aku langsung mulai menjelaskan kepada Ayu tentang hubungan kami bertiga antara Aku, Indri dan Ayu. Dengan pelan aku coba untuk bicara dengan pelan agar Ayu mau menerima kenyataan bahwa aku dengan Ayu gak bisa dilanjutkan pacarannya.
Sebenernya aku gak tega untuk membicarakan hal itu, tapi aku harus tegas dan menentukan pilihanku salah satu diantara mereka berdua. Karena gak ada wanita manapun yang mau di madu apalagi diduain seperti itu. Akupun akhirnya menjelaskan dengan pelan2 kepada Ayu agar dia mau mengerti keadaanku.
Aku bilang sama Ayu, “Yank,maafin Mas yah? Mas gak bermaksud untuk menyakiti perasaan km dan gak nyangka bakal jadi kayak gini. Sejujurnya Mas sangat Cinta n sayang sama Ayu. Mas juga udah pernah trauma untuk menjalin hubungan jarak jauh”. Karena aku pernah mengalami dulu waktu sama Lala. Dan aku gak mau hal yang sama seperti pacaran dengan Lala terulang pada hubunganku dengan Ayu. Hingga akhirnya Ayu pun terdiam seribu bahasa dan dia pun akhirnya meneteskan airmata dan menangis di bahuku dengan tersedu-sedu.
Akupun sebenernya gak tega kalo liat cewek nangis didepanku apalagi karena kesalahanku. Dan aku sebernya juga kasihan banget sama Ayu, karena aku telah mempermainkan perasaan dia dan telah membohongi dia bahwa aku sebenernya menjalin hubungan dengannya namun statusku masih pacaran dengan Indri. Setelah malam itu berlalu kami pun jadi jarang komunikasi dan tidak pernah berhubungan lagi selama hampir satu tahun lebih.
Hari-hari kulalui kisah Cintaku bersama Indri lagi meskipun sudah mulai berkurang kadar Cintaku kepadanya, namun mau tak mau aku harus tetap menjalani pacaran dengan Indri. Yah, semua orang di dunia ini gak ada yang sempurna dan begitupula dengan diriku ini. Hingga akhirnya kami pun menjalani hari2 seperti biasa di Jogja dengan dia.
Namun ketika aku memasuki semester 7 dimana saat2 aku mulai hampir selesai kuliah dan masuk ambil Skripsi, tiba2 Indri memutuskan hubungan denganku. Dia bilang katanya dia mau menikah dengan seorang cowok pilihan orangtuanya. Spontan akupun terkejut dan gak nyangka dia bakal putusin aku. Padahal saat itu aku bener2 lagi butuh dia untuk menjadi penyemangat kuliah ku yang mau mengerjakan Skripsi.
Sewaktu aku tanyakan dan minta dikenalin dengan cowok yang bakal menikahi Indri, selalu dia menolak untuk mengenalkan calon bojonya dengan ku. Tepatnya tanggal 18 Januari 2009 akupun mencoba untuk mengintai dia dari jauh dan hingga akhirnya dia pulang kerja tiba2 disamperin oleh seorang cowok yang gak ku kenal. Dan akhirnya akupun melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa Indri di jemput cowok laen dan bahkan mereka berdua bergandengan tangan dan berjalan kaki berdua dengan mesranya. Lalu aku memberanikan diri untuk menyamperin mereka berdua, hingga akhirnya aku panggil Indri dan dia pun gak bisa mengelak karena telah kepergok oleh ku sedang jalan dengan cowok laen.
Akhirnya kami bertiga ngobrol seberntar dipinggiran jalan dan aku berkenalan dengan cowok itu. Lalu kutanyakan kepada Indri, “Oh,jadi ini calon suami km yang mau dijodohin sama orangtuamu yah??” Lalu Indri pun menjawab “Iya!”. Spontan aku langsung tekejut dan kutanyakan lagi kepada cowoknya itu, “Apakah kamu serius dengan Indri?? Apa kamu bisa jagain Indri dengan baik layaknya aku menjaga dia??” Lalu cowok itupun menjawab, “Iya,aku serius sama Indri dan akan segera menikah bulan September 2009”. Lalu akupun terkejut betapa teganya Indri terhadapku. Disaat aku lagi butuh dukungan untuk menyelesaikan tugas akhir kuliahku atau Skripsi, tapi dia malah menyakiti perasaanku. Padahal dulu waktu aku selingkuh, aku tetap aja memilih untuk lanjut pacaran dengan Indri. Tapi kok dia begitu tega mau tinggalin aku disaat aku lagi mulai serius dengannya dan butuh semangat untuk menyelesaikan Skripsiku.
Tepatnya tanggal 18 Januari tersebut akan selalu ku kenang sebagai hari kesedihan dalam hidupku dan akhirnya aku putus hubungan pacar dengan Indri Yuliana. Lalu akupun jadi gak bersemangat lagi untuk menyelesaikan Skripsiku. Bahkan satu semester aku sempat vakum gak ngapa2in dan gak bisa menggarap Skripsiku. Karena perasaanku pada saat itu bener2 sudah hancur dan gak ada gairah untuk melanjutkan kuliahku.
Sejak saat itulah aku mulai males untuk ngapa2in dan gak ada gairah dalam kehidupan sehari-hariku. Tiap hari aku selalu terbayang kenangan manis dan pahit bersama Indri hingga tanpa sadar akupun meneteskan air mataku. Akupun larut dalam kesedihanku. Indri kerja di daerah Malioboro Jogjakarta. Jadi kisah Cintaku bersamanya selalu di Malioboro. Sejak kami berdua putus hubungan, aku pun setiap lewat daerah malioboro selalu menangis sendiri dan entah kenapa serasa ada bagian dalam hidupku yang hilang.
Namun aku tak selamanya larut dalam kesedihanku itu, hingga akhirnya aku mencoba untuk tabah menghadapi segala cobaan kisah Cintaku dalam hidupku ini. Yah, namanya manusia dalam menjalin Cinta pasti tidak selamanya berjalan mulus. Dimana ada pertemuan pasti disitulah ada perpisahan. Kalopun gak jodoh dengan dia ya sudah di ikhlaskan saja toh masih banyak cewek laen yang mungkin lebih baik darinya.
Hingga akhirnya akupun mulai bangkit dari keterpurukanku atas kisah Cintaku yang menyakitkan itu. Dia begitu tega tinggalin aku yang sangat membutuhkan dia disaat penyelesaian kuliahku. Hingga akhirnya akupun mulai menggarap Skripsiku secara perlahan2 dan bertahap. Hingga suatu ketika aku tanpa sengaja menjalin kontak lagi dengan Ayu mantanku yang dulu. Entah mungkin karena jodoh atau apa tiba2 kami berdua jadi deket lagi dan komunikasi mulai lancar lagi. Sejak aku putus ditinggalin sama Indri, akhirnya aku menjalin hubungan lagi dengan Ayu. Yang namanya Jodoh pasti gak akan kemana2 kok!
Hingga akhirnya aku mendapatkan semangat lagi untuk menyelesaikan Skripsiku dengan dukungan dari kedua orangtuaku, kakakku dan kekasihku balikan lagi dengan Ayu. Namun Ayu yang ku kenal dulu jauh berbeda dengan Ayu yang sekarang. Dulu Ayu yang lemah lembut dan lugu serta pendiam kini jadi agak keras dan tidak seperti dulu yang lugu dan pendiam. Ya mungkin karena pergaulan jaman sekarang jadi sifat seseorang bisa berubah kapan saja.
To Be Continue…..
Comment